(ERP) Ogan Ilir, 15 September 2026 — Kepala SMA Negeri 1 Rambang Kuang, Eko Didik Sukardiyanto, S.Pd., didampingi Wakil Kepala Sekolah Marwan Nasution, S.Kom., S.Pd.Gr. dan Mursalin, S.H.I., melakukan kunjungan bulanan ke Sekolah Rakyat Ogan Ilir yang berlokasi di Desa Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Selasa (15/9/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan diskusi dan berbagi praktik baik dalam Rombongan Belajar sekolah-sekolah binaan Pendamping Sekolah, Suyono, M.Pd. Kegiatan menjadi wadah bagi para kepala sekolah dan pendamping untuk saling berbagi pengalaman, berdiskusi mengenai pengembangan sekolah, serta menggali berbagai praktik baik yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.
Pada kunjungan kali ini, kegiatan mengusung tema “Membangun Ekosistem Digital Sekolah yang Seimbang.” Tema tersebut menjadi relevan dengan semakin berkembangnya pemanfaatan teknologi digital dalam dunia pendidikan, sekaligus pentingnya menjaga agar pemanfaatan teknologi tetap berjalan seimbang dengan penguatan karakter, budaya lokal, dan potensi peserta didik.

Dalam sesi pemaparan, Sri Sutanti, M.Pd., Kepala Sekolah Rakyat Ogan Ilir, menyampaikan berbagai pengalaman dan praktik yang telah dikembangkan di sekolah, khususnya mengenai potensi murid dalam budaya lokal serta pengembangan media sosial.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital hendaknya tidak membuat peserta didik kehilangan jati diri dan kedekatan dengan budaya di lingkungan mereka. Sebaliknya, budaya lokal dapat menjadi sumber potensi yang dikembangkan sekaligus diperkenalkan melalui berbagai media digital.
Pembahasan tersebut kemudian dilanjutkan dengan kegiatan menggali inspirasi secara langsung melalui kunjungan berkeliling Sekolah Rakyat Terintegrasi Ogan Ilir. Para kepala sekolah dan pendamping melihat berbagai lingkungan, aktivitas, serta praktik pembelajaran dan pengelolaan sekolah yang diterapkan di sekolah tersebut.
Dalam kegiatan observasi tersebut, Marwan Nasution, S.Kom., S.Pd.Gr., secara khusus meninjau dan mengamati berbagai praktik baik yang berpotensi untuk diadopsi dan diterapkan di SMA Negeri 1 Rambang Kuang.

Menurut Marwan, kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan diskusi, tetapi juga kesempatan untuk melihat secara langsung berbagai inovasi yang dapat memberikan inspirasi bagi pengembangan sekolah.
“Kami melihat banyak hal positif yang bisa menjadi inspirasi untuk dikembangkan di SMA Negeri 1 Rambang Kuang. Program-program unggulan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah tentu sangat mungkin untuk kita adaptasi dan terapkan,” ungkap Marwan.
Ia berharap berbagai program unggulan yang telah dikembangkan di Sekolah Rakyat Terintegrasi Ogan Ilir dapat memberikan inspirasi baru bagi SMA Negeri 1 Rambang Kuang, terutama dalam pengembangan ekosistem sekolah yang memanfaatkan teknologi secara tepat, kreatif, dan tetap berakar pada potensi serta budaya lokal.
Sementara itu, Eko Didik Sukardiyanto, S.Pd., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan kunjungan dan diskusi tersebut. Menurutnya, kegiatan berbagi praktik baik antarsekolah menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan dan pembelajaran di satuan pendidikan.
Kesan positif juga disampaikan oleh Mursalin, S.H.I. Keduanya bersama Marwan merasa terkesan dengan sambutan hangat yang diberikan oleh para murid dan guru Sekolah Rakyat Terintegrasi Ogan Ilir selama kunjungan berlangsung.
Sambutan tersebut menciptakan suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan, sekaligus memperkuat semangat untuk terus membangun kolaborasi dan berbagi pengalaman antarsekolah.
Kegiatan kunjungan bulanan ini diharapkan tidak berhenti pada diskusi dan observasi semata, tetapi dapat menghasilkan gagasan-gagasan nyata yang kemudian diterapkan dan dikembangkan di sekolah masing-masing.
Melalui tema “Membangun Ekosistem Digital Sekolah yang Seimbang”, para peserta kembali diingatkan bahwa transformasi digital dalam pendidikan bukan sekadar tentang penggunaan teknologi, melainkan bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pembelajaran, mengembangkan potensi murid, memperkenalkan budaya lokal, serta membangun lingkungan sekolah yang tetap humanis dan berkarakter.