Indralaya, 13 Oktober 2026 — Terkadang, sebuah perubahan besar di sekolah bermula dari langkah sederhana: berangkat pagi, menghadiri sebuah pertemuan, mendengarkan pengalaman sekolah lain, lalu pulang membawa tekad untuk melakukan sesuatu yang lebih baik.
Pagi itu, pukul 06.00 WIB, saya, Muhammad Iqbal, berangkat dari Rambang Kuang menuju kediaman Kepala SMAN 1 Rambang Kuang, Bapak Eko Didik Sukardiyanto, S.Pd. Kami berencana berangkat bersama menuju SMAN 1 Indralaya, tempat berlangsungnya kegiatan Pemantapan Persiapan TKA-AN 2026.
Namun, perjalanan kami ternyata sedikit lebih panjang dari perkiraan. Sebelum tiba di lokasi acara, kami menyempatkan diri mampir ke SMAN 1 Indralaya Selatan untuk mengambil beras jatah Tapera bagi PNS dan PPPK PW Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Akibatnya, kami tiba sekitar 20 menit setelah acara dimulai.
Di sisi lain, ada cerita perjalanan yang berbeda. Pak Elga secara khusus berangkat dari Palembang pada pukul 08.00 WIB demi menghadiri kegiatan ini. Dengan perhitungan waktu yang tepat, beliau tiba hanya 10 menit sebelum acara dimulai, yakni pukul 09.20 WIB.
Tiga perjalanan, satu tujuan: membawa pulang inspirasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SMAN 1 Rambang Kuang.
Bertempat di SMAN 1 Indralaya, kegiatan ini mempertemukan kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum dari 15 SMA negeri dan swasta yang berada di bawah binaan Pengawas Sekolah, Bapak Suyono, M.Pd.
Agenda utamanya bukan sekadar pertemuan rutin antarsekolah. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengalaman dan strategi melalui paparan praktik baik program Meraih Sukses TKA-AN 2026 yang telah disiapkan oleh SMAN 1 Indralaya.
Bagi kami, kesempatan seperti ini sangat berharga. Sebab, memajukan sekolah tidak harus selalu dimulai dengan menciptakan sesuatu yang sepenuhnya baru. Terkadang, langkah paling efektif justru dimulai dengan belajar dari praktik yang telah dikembangkan sekolah lain, memahami keberhasilannya, lalu menyesuaikannya dengan kebutuhan sekolah sendiri.
Di sinilah semangat kolaborasi antarsekolah menemukan maknanya.
Kami datang bukan hanya untuk memenuhi undangan, tetapi juga untuk mencari strategi yang bisa diterapkan secara nyata. Harapannya, pengalaman baik yang dibagikan SMAN 1 Indralaya dapat menjadi referensi bagi SMAN 1 Rambang Kuang dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi TKA-AN 2026.
Dari paparan yang disampaikan, ada hal menarik yang menjadi perhatian kami. Program Meraih Sukses TKA-AN tidak hanya menitikberatkan pada penguasaan materi pelajaran, tetapi juga memperhatikan kesiapan mental dan penguatan karakter siswa.
Program ini menekankan bimbingan intensif bagi peserta didik kelas XII berdasarkan mata pelajaran yang diujikan. Melalui pendampingan yang terarah, siswa diharapkan memiliki kesempatan untuk memperkuat pemahaman materi, mengenali kemampuan diri, serta mempersiapkan diri menghadapi ujian dengan lebih baik.
Namun, persiapan tidak berhenti pada aspek akademik.
Program tersebut juga dilengkapi dengan kegiatan bimbingan dan kegiatan religi setiap pagi selama beberapa minggu menjelang pelaksanaan TKA-AN. Pendekatan ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan belajar tidak hanya berkaitan dengan seberapa banyak materi yang dikuasai, tetapi juga bagaimana siswa membangun kedisiplinan, ketenangan, motivasi, dan kesiapan diri.
Bagi saya, pendekatan seperti ini layak mendapat perhatian. Siswa kelas XII membutuhkan persiapan yang terencana, tetapi mereka juga membutuhkan pendampingan yang membuat mereka merasa didukung dalam menghadapi tantangan akademik.
Ketika kemampuan akademik diperkuat dan kesiapan mental dibangun secara bersamaan, sekolah sedang menyiapkan siswa untuk menghadapi ujian dengan lebih utuh.
Dalam sesi diskusi, perwakilan SMAN 1 Rambang Kuang turut mengajukan pertanyaan mengenai teknis pelaksanaan program. Kami ingin memahami bagaimana program tersebut disusun, bagaimana pembagian kegiatan dilakukan, serta bagaimana pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan siswa di sekolah kami.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut bukan sekadar rasa ingin tahu. Ada harapan yang lebih besar di baliknya: agar praktik baik yang kami pelajari tidak berhenti sebagai catatan perjalanan, tetapi benar-benar dapat diwujudkan menjadi program sekolah.
Bapak Eko Didik Sukardiyanto, S.Pd., selaku Kepala SMAN 1 Rambang Kuang, menunjukkan respons yang positif terhadap peluang tersebut. Seusai kegiatan, beliau segera berkonsolidasi bersama Pak Elga dan saya untuk membicarakan langkah selanjutnya.
Arahnya jelas: kami perlu segera berdiskusi dengan Tim Hebat Smansaramku guna mempelajari, meniru, dan menyesuaikan program Meraih Sukses TKA-AN dengan situasi sekolah kami.
Tentu saja, penerapan program tidak cukup hanya dengan menyalin pola kegiatan dari sekolah lain. Diperlukan pembahasan bersama agar program yang diadopsi sesuai dengan karakteristik peserta didik, kesiapan guru, jadwal pembelajaran, serta sumber daya yang tersedia.
Harapannya, melalui kerja sama dan perencanaan yang matang, program ini dapat menjadi salah satu program baru di SMAN 1 Rambang Kuang untuk mendukung persiapan TKA-AN 2026.
Targetnya bukan sekadar memiliki program yang terlihat baik di atas kertas, melainkan menghadirkan pendampingan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh siswa kelas XII.
Setelah mengikuti kegiatan dan berdiskusi mengenai rencana tindak lanjut, tibalah waktunya kami kembali ke rumah masing-masing.
Namun, sebelum berpisah, kami bertiga menyempatkan diri makan bersama di sebuah warteg. Sederhana saja, tanpa suasana formal dan tanpa agenda rapat yang panjang. Di tengah hidangan sederhana itu, perjalanan hari tersebut terasa semakin lengkap.
Ada perjalanan pagi dari Rambang Kuang, keberangkatan khusus dari Palembang, agenda berbagi praktik baik, diskusi tentang persiapan ujian, hingga rencana untuk membawa pulang inspirasi dan menerapkannya di sekolah sendiri.
Kadang, gagasan besar memang tidak selalu lahir dari ruang rapat yang megah. Ia bisa tumbuh dari percakapan sederhana, kemauan untuk belajar, dan kesediaan untuk bergerak bersama.
Bagi kami, kunjungan ini bukan akhir dari sebuah kegiatan. Justru inilah awal dari pekerjaan berikutnya: menyusun langkah konkret, mengajak guru berkolaborasi, dan memastikan siswa memperoleh pendampingan yang mereka butuhkan.
Pada akhirnya, persiapan TKA-AN 2026 bukan hanya tentang angka atau hasil yang akan diperoleh siswa. Lebih dari itu, proses ini merupakan kesempatan bagi sekolah untuk membangun budaya belajar yang lebih terarah, disiplin, dan kolaboratif.
Kami berharap SMAN 1 Rambang Kuang dapat mengambil manfaat dari praktik baik SMAN 1 Indralaya, kemudian mengembangkannya sesuai kebutuhan sekolah. Dengan dukungan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, dan Tim Hebat Smansaramku, upaya ini diharapkan menjadi bagian dari langkah bersama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan mempersiapkan peserta didik menghadapi TKA-AN.
Sebab, keberhasilan siswa tidak lahir hanya dari belajar menjelang ujian. Ia dibangun melalui persiapan yang konsisten, pendampingan yang tepat, penguatan mental, serta lingkungan sekolah yang percaya bahwa setiap anak memiliki potensi untuk berkembang.
Dari Rambang Kuang menuju Indralaya, kami tidak hanya menempuh perjalanan untuk menghadiri kegiatan. Kami sedang menjemput inspirasi, merancang aksi, dan membuka jalan menuju prestasi yang lebih baik bagi siswa-siswi SMAN 1 Rambang Kuang.
Belajar dari yang sudah berhasil, berkolaborasi untuk menemukan cara terbaik, dan bergerak bersama demi masa depan peserta didik. Inilah semangat Smansaramku: Berprestasi dan Religius, Hebat dan Tangguh, Jaya! Jaya! Jaya! 100
terus berkarya demi anak negeri..
Ulasan yang luar biasa ????
Berkolaborasi menghasilkan gagasan untuk kemudian diadopsi menjadi sebuah eksekusi